1. Rasul bersabda, "tiada seorang lelaki sendirian dengan
wanita yg tidak ada mahramnya
melainkan ingin berzina
padanya" (HR Hakim)
02. mengapa
pacaran selalu bisa menemukan tempat sepi dan remang-
remang? | karena niatnya
memang supaya tia
da yang ketahui aktivitasnya
03. lihat yg masih pacaran, mati
kutu kl di depan ramai | kl sepi baru aktivitasnya jalan,
slogannya not talk, action only
04. Ras ul sudah peringatkan tiada
kebaikan pada pacaran |
karena fitrah lelaki tak bisa
berhenti sekedar genggaman
tangan
05. karena lelaki senang betul pada sesuatu yang tiada perlu
komitmen | maka pacaran jadi
solusi lelaki kaya nafsu tapi
miskin keseriusan
06. pacaran bukan buat kamu
dewasa | tapi mungkin buat kamu lakukan adegan dewasa
07. betul sekali nggak pacaran
nggak menjamin nikahnya baik
| namun yang pasti kita sudah
awali dengan baik dan
hindarkan dosa kan? 08. betul sekali pacaran juga
belum tentu nikahnya nggak
baik | tapi sudah diawali yang
buruk, dan awal buruk susah
untuk jadi baik
09. coba jujur jawab, batin dulu deh | "orientasi pacarmu itu,
kenal dirimu, atau kenal
fisikmu?" | "yg menarik baginya
pikiran atau badanmu?"
10. karena bila pacar serius
mau kenalan (bukan orientasi badan) | ayah-ibunya jauh lebih
tau dan lebih jujur dari anaknya
11. lelaki yg punya komitmen,
punya ilmu agama, punya ilmu
dunia | mereka malas habiskan
waktu untuk pacaran 12. taukah darimana
peribahasa "habis manis sepah
dibuang"? | ya itu dari
pengamatan atas aktivitas
pacaran
13. kalau peribahasanya orang menikah "sambil menyelam
minum air" | atau "sekali
dayung 2-3 pulau terlampaui"
hehe..
14. pikiran yg menikah "ini adl
yg menemani seumur hidup" | pikiran yg pacaran "kita coba
dulu aja, nanti kl nggak cocok,
cari yg lain"
15. pacaran itu miskin
komitmen | bila masih ada yg
perlu diambil darimu dia terus, bila rumput tetangga lebih
hijau, ia pindah kesana
16. lelaki yg serius cari ibu
anak-anaknya, bukan cari
wanita dipacari | nggak fun
memang, karena menikah bukan untuk fun tapi ibadah
17. pacaran untuk bersenang-
senang, menikah itu untuk
ibadah | mau jadi objek
kesenangan atau jadi objek
ibadah? :) 18. "kapan mau nikahi aku?" |
"wah, kita ini masih esempe,
kita jalani dulu aja" | logis deh,
yakin bertahan sampai waktu
yg tak terdefinisi?
19. "kapan mau ketemu ibu- bapakku?" | "wah aku belum
siap ketemu ibu-bapakmu" |
itulah tanda nggak niat, nggak
serius
20. karena lelaki yg menikah
akan siapkan diri jadi suami dan ayah yg baik | sedang yg
pacaran siapkan diri jadi pacar
yg baik (hopeless)
21. ciri lelaki serius, khawatir
umbar janji dan omong kosong
| yang justru menjadi keahlian ahli-pacaran
22. kesimpulannya, apa yg
dipelajari ketika pacaran? |
lelaki: mampu bergerak dalam
gelap, wanita: mengenal 1001
kebohongan lelaki
Senin, 20 Agustus 2012
BERTEMU ALLAH SWT
Pernah pacaran ? atau sedang KASMARAN sama seseorang ? gimana rasanya kalo ketemuan sama si dia ? ya…. rasanya ingin selalu bincang yang indah-indah dan berlama-lama dengannya ? lupa waktu lupa segalanya, serasa Dunia Cu
ma kita berdua, gak ketemu sehari saja rasanya setahun, pokoknya kalo gak ada dia gak seru, hambar, selalu ada cara bagaimana ketemu si dia. Bayangan si dia sel
ma kita berdua, gak ketemu sehari saja rasanya setahun, pokoknya kalo gak ada dia gak seru, hambar, selalu ada cara bagaimana ketemu si dia. Bayangan si dia sel
alu mengikuti kemana saja kelopak mata tertuju. Mau mandi ingat dia, mau makan ingat dia, mau tidur juga ingat dia, di HP di Computer ada foto si dia, bahkan Sholatpun ingat si dia ! rasanya Dunia ini akan Indah kalo ada si dia pujaan hati. Apapun akan dipertaruhkan hanya sekedar untuk ketemu si dia, gak peduli jauh, hujan bahkan banjir melanda.
Padahal belum tentu si dia mencintai dan mengagumi kita, bukankah dia tidak akan mampu memberikan segala keinginan dan kebutuhan kita, atau bahkan jangan-jangan diam-diam si dia juga punya orang ketiga yang dia kagumi melebihi kita. Ya … sebuah KEINDAHAN SEMU yang sering kita alami dalam hidup ini, Astaghfirullah….
Subhaanallah, ternyata NIKMAT TERINDAH di Dunia ini adalah ketika kita mampu ‘ bertemu ‘ dengan Allah SWT Sang Kekasih yang Maha Mencintai kita ketika kita SHOLAT , Sholat yang bukan hanya sekedar rutinitas menggugurkan kewajiban, Sholat adalah WAKTU EXCLUSIVE yang diberikan Allah SWT kepada kita untuk mendapatkan Motivasi, Inovasi dan Solusi serta Energi baru yang membuat semangat hidup kita untuk beramal prestatif semakin menggelora.
Ya… ternyata ‘ BERTEMU ‘ Allah SWT tidak harus menunggu nanti kita di Sorga, jika kita ‘mampu menemui’ Allah SWT selama hidup kita di Dunia ini, maka dapat DIPASTIKAN kita akan mampu menemu DIA kelak di SorgaNYA.
Ya, ketika Sholat sudah menjadi Waktu Exclusive yang selalu kita rindukan, ketika MALAM selalu kita hidupkan untuk ‘berjumpa’ denganNYA disaat semua jiwa sedang terlelap dalam pembaringan, ketika bisikan Tasbih dan Tahmid dalam SUJUD dan RUKUK kita yang panjang seirama dengan Tasbih dan Tahmidnya para Malaikat yang sedang berkeliling ‘ARSY, di saat itulah ‘perjumpaan’ yang SANGAT MENGGETARKAN terjadai begitu indah dan mengesankan, ya …. Saat itu Allah SWT hadir sedekat URAT LEHER kita itu benar-benar kita rasakan.
I’TIKAF RAMADHAN yang tinggal beberapa hari lagi adalah MOMENTUM TERMAHAL yang mampu membuat kita begitu mudahnya ‘BERTEMU’ dengan Sang KEKASIH kita Allah SWT. Jangan sampai kita lewatkan begitu saja karena disibukkan dengan SHOPING dan MUDIK LEBARAN, rugi bro….!
Sahabat, mumpung RAMADHAN belum berlalu, SAAT INILAH yang PALING TEPAT jika kita ingin memberikan YANG TERBAIK dan TERMAHAL yang kita miliki, karena kita belum memiliki kemampuan untuk ‘BERTEMU’ denganNYA saat ini, bisa jadi KEKAYAAN atau HARTA kita YANG TERBAIK dan TERMAHAL yang kita berikan untuk JALAN ALLAH itulah yang akan mengantar kita untuk lebih mudah ‘menemuiNYA’ dalam kehidupan kita saat ini hingga kelak di SorgaNYA.
Padahal belum tentu si dia mencintai dan mengagumi kita, bukankah dia tidak akan mampu memberikan segala keinginan dan kebutuhan kita, atau bahkan jangan-jangan diam-diam si dia juga punya orang ketiga yang dia kagumi melebihi kita. Ya … sebuah KEINDAHAN SEMU yang sering kita alami dalam hidup ini, Astaghfirullah….
Subhaanallah, ternyata NIKMAT TERINDAH di Dunia ini adalah ketika kita mampu ‘ bertemu ‘ dengan Allah SWT Sang Kekasih yang Maha Mencintai kita ketika kita SHOLAT , Sholat yang bukan hanya sekedar rutinitas menggugurkan kewajiban, Sholat adalah WAKTU EXCLUSIVE yang diberikan Allah SWT kepada kita untuk mendapatkan Motivasi, Inovasi dan Solusi serta Energi baru yang membuat semangat hidup kita untuk beramal prestatif semakin menggelora.
Ya… ternyata ‘ BERTEMU ‘ Allah SWT tidak harus menunggu nanti kita di Sorga, jika kita ‘mampu menemui’ Allah SWT selama hidup kita di Dunia ini, maka dapat DIPASTIKAN kita akan mampu menemu DIA kelak di SorgaNYA.
Ya, ketika Sholat sudah menjadi Waktu Exclusive yang selalu kita rindukan, ketika MALAM selalu kita hidupkan untuk ‘berjumpa’ denganNYA disaat semua jiwa sedang terlelap dalam pembaringan, ketika bisikan Tasbih dan Tahmid dalam SUJUD dan RUKUK kita yang panjang seirama dengan Tasbih dan Tahmidnya para Malaikat yang sedang berkeliling ‘ARSY, di saat itulah ‘perjumpaan’ yang SANGAT MENGGETARKAN terjadai begitu indah dan mengesankan, ya …. Saat itu Allah SWT hadir sedekat URAT LEHER kita itu benar-benar kita rasakan.
I’TIKAF RAMADHAN yang tinggal beberapa hari lagi adalah MOMENTUM TERMAHAL yang mampu membuat kita begitu mudahnya ‘BERTEMU’ dengan Sang KEKASIH kita Allah SWT. Jangan sampai kita lewatkan begitu saja karena disibukkan dengan SHOPING dan MUDIK LEBARAN, rugi bro….!
Sahabat, mumpung RAMADHAN belum berlalu, SAAT INILAH yang PALING TEPAT jika kita ingin memberikan YANG TERBAIK dan TERMAHAL yang kita miliki, karena kita belum memiliki kemampuan untuk ‘BERTEMU’ denganNYA saat ini, bisa jadi KEKAYAAN atau HARTA kita YANG TERBAIK dan TERMAHAL yang kita berikan untuk JALAN ALLAH itulah yang akan mengantar kita untuk lebih mudah ‘menemuiNYA’ dalam kehidupan kita saat ini hingga kelak di SorgaNYA.
\(^▽^)/
Daftar Kekurangan
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mer
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mer
eka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel dimajalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia.....".
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan mereka siap mendiskusikannya. "Aku yang mulai duluan ya," kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir.... "Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia, "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu,"
Dengan suara perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat sesuatupun dikertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku, Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang....."
Sang istri terentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hari suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya..... Ia menunduk dan menangis......
Dalam hidup ini, banyak sekali kita merasa dikecewakan, depressi dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah disekitar kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.
copas beberapa sumber..
beberapa blog yang menuliskan note yang sama :)
semoga penulis asli menerima pahala setimpal dari Allah
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel dimajalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia.....".
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan mereka siap mendiskusikannya. "Aku yang mulai duluan ya," kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir.... "Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia, "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu,"
Dengan suara perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat sesuatupun dikertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku, Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang....."
Sang istri terentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hari suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya..... Ia menunduk dan menangis......
Dalam hidup ini, banyak sekali kita merasa dikecewakan, depressi dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah disekitar kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.
copas beberapa sumber..
beberapa blog yang menuliskan note yang sama :)
semoga penulis asli menerima pahala setimpal dari Allah
(ˆ▽ˆ)
01. pacaran itu permainan, nikah itu keseriusan | mau dimainin atau diseriusin?
02. inggris, 1 cewek rata2 pacaran dgn 24 pria beda sblm nikah (survei UKDating) | artinya? 96% pacar akan putus! | mending skrg #UdahPutusinAja
03. pacaran dikit-dikit galau, dikit-dikit galau | galau kok dikit-dikit #UdahPutusinAja
04. pacaran itu abisin duit, nikah kemungkinan cuma 4% | pahala jelas nggak dapet, ma
02. inggris, 1 cewek rata2 pacaran dgn 24 pria beda sblm nikah (survei UKDating) | artinya? 96% pacar akan putus! | mending skrg #UdahPutusinAja
03. pacaran dikit-dikit galau, dikit-dikit galau | galau kok dikit-dikit #UdahPutusinAja
04. pacaran itu abisin duit, nikah kemungkinan cuma 4% | pahala jelas nggak dapet, ma
ksiat numpuk, hayuu
05. pacaran enak sebentar, sakit seumur-umur | dan enaknya cowok doang, cewek mah tekor! #UdahPutusinAja
06. "pacaran kan perkenalan?" | betul, kan sudah sy bilang, kenalan doang, main2, nggak serius!
07. mau bukti pacaran itu nggak serius? hayu tanya "kapan kita nikah?" | anda akan menemukan lelaki itu ngarang bebas, mati gaya
08. pas jadipacar aja nyusahin, ngutanglah, minta macem2lah, ajak maksiat lah | pas nikah, dia nyusahin lo dgn begitu sama cewe lain =_
09. segera halalkan hubungan dengan nikah dear, atau putuskan segera | itu baik untuk menjaga kesucian dan kehormatan yg hanya 1
10. pacaran memang enak, nikmat | sampai sesuatu terjadi (semua begitu cepat), dan satu pergi cuci tangan dan satu menyesal
------------------------------ ------------------------------ ------------------------------ ----------
lelaki dan wanita hidupnya terpisah, begitulah Rasul contohkan | nggak lantas boleh sms2an, telpon2an, curhat2an dgn alasan "cuma temen"tau
nggak, pacaran itu awalnya "cuma temen" | yg selingkuh awanya dari "cuma temen" | yg hamil diluar nikah juga alasannya "cuma temen"
batas pergaulan lelaki-wanita hanya sampai sekedar salam, dan interaksi bila ada perlu yg syar'i | selain itu, silakan sama yg sejenis
"aku nggak punya perasaan apa2 kok, kan cuma temen" | iya, awalnya pacaran begitu, awalnya maksiat juga pake "cuma"
"cuma" itu kata2 yg mengerikan | misal "cuma temen", "cuma sekali kok", "cuma dikit kok", "cuma pegang kok", "cuma coba2 kok"
curhat sama lawan jenis memang enak, dalilnya "saling nasehat-menasihati" | dusta, dusta, dusta, tiada yg terjadi selain maksiat, dear..
setan goda anak adam, nggak langsung ekstrim, setan goda sedikit demi sedikit | andalannya pake kata "cuma"
awal godaan "cuma pegang tangan kok", lalu "cuma ciuman kok", terus "cuma ciuman kok", lalu "cuma tidur bareng kok" | lalu?
makanya Islam batasi pergaulan lelaki dan wanita | tiada perlu interaksi, tanpa ada keperluan syar'i (yg dibenarkan Allah)
semakin banyak Muslimah bergaul dengan lelaki, makin berkuranglah kehormatannya | semakin ia menjaga diri, mulialah dirinya
------------------------------ ------------------------------ ------------------------------ --------
1. cinta itu ajeg dan bersabar | nafsu itu memburu dan terburu-buru
2. cinta itu pengorbanan | nafsu itu menuntut korban
3. cinta itu bicara masa depan | nafsu itu yang penting sekarang
4. cinta itu tak habis, abadi sepanjang masa | nafsu itu habis dalam sesaat saja
5. cinta itu inginkan kebaikan | nafsu itu menyangka inginkan kebaikan
6. cinta itu menyadari | nafsu membuat lupa diri
7. cinta itu berbagi | nafsu itu egois
8. cinta itu merindu yang sudah pasti | nafsu itu menggalau yang belum pasti
9. cinta berarti melindungi | nafsu itu seringnya mengancam
10. cinta itu ibadah | nafsu itu maksiat
11. cinta diterangi jujur | nafsu diselimuti dusta
12. cinta itu menikah | nafsu itu pacaran
05. pacaran enak sebentar, sakit seumur-umur | dan enaknya cowok doang, cewek mah tekor! #UdahPutusinAja
06. "pacaran kan perkenalan?" | betul, kan sudah sy bilang, kenalan doang, main2, nggak serius!
07. mau bukti pacaran itu nggak serius? hayu tanya "kapan kita nikah?" | anda akan menemukan lelaki itu ngarang bebas, mati gaya
08. pas jadipacar aja nyusahin, ngutanglah, minta macem2lah, ajak maksiat lah | pas nikah, dia nyusahin lo dgn begitu sama cewe lain =_
09. segera halalkan hubungan dengan nikah dear, atau putuskan segera | itu baik untuk menjaga kesucian dan kehormatan yg hanya 1
10. pacaran memang enak, nikmat | sampai sesuatu terjadi (semua begitu cepat), dan satu pergi cuci tangan dan satu menyesal
------------------------------
lelaki dan wanita hidupnya terpisah, begitulah Rasul contohkan | nggak lantas boleh sms2an, telpon2an, curhat2an dgn alasan "cuma temen"tau
nggak, pacaran itu awalnya "cuma temen" | yg selingkuh awanya dari "cuma temen" | yg hamil diluar nikah juga alasannya "cuma temen"
batas pergaulan lelaki-wanita hanya sampai sekedar salam, dan interaksi bila ada perlu yg syar'i | selain itu, silakan sama yg sejenis
"aku nggak punya perasaan apa2 kok, kan cuma temen" | iya, awalnya pacaran begitu, awalnya maksiat juga pake "cuma"
"cuma" itu kata2 yg mengerikan | misal "cuma temen", "cuma sekali kok", "cuma dikit kok", "cuma pegang kok", "cuma coba2 kok"
curhat sama lawan jenis memang enak, dalilnya "saling nasehat-menasihati" | dusta, dusta, dusta, tiada yg terjadi selain maksiat, dear..
setan goda anak adam, nggak langsung ekstrim, setan goda sedikit demi sedikit | andalannya pake kata "cuma"
awal godaan "cuma pegang tangan kok", lalu "cuma ciuman kok", terus "cuma ciuman kok", lalu "cuma tidur bareng kok" | lalu?
makanya Islam batasi pergaulan lelaki dan wanita | tiada perlu interaksi, tanpa ada keperluan syar'i (yg dibenarkan Allah)
semakin banyak Muslimah bergaul dengan lelaki, makin berkuranglah kehormatannya | semakin ia menjaga diri, mulialah dirinya
------------------------------
1. cinta itu ajeg dan bersabar | nafsu itu memburu dan terburu-buru
2. cinta itu pengorbanan | nafsu itu menuntut korban
3. cinta itu bicara masa depan | nafsu itu yang penting sekarang
4. cinta itu tak habis, abadi sepanjang masa | nafsu itu habis dalam sesaat saja
5. cinta itu inginkan kebaikan | nafsu itu menyangka inginkan kebaikan
6. cinta itu menyadari | nafsu membuat lupa diri
7. cinta itu berbagi | nafsu itu egois
8. cinta itu merindu yang sudah pasti | nafsu itu menggalau yang belum pasti
9. cinta berarti melindungi | nafsu itu seringnya mengancam
10. cinta itu ibadah | nafsu itu maksiat
11. cinta diterangi jujur | nafsu diselimuti dusta
12. cinta itu menikah | nafsu itu pacaran
Coppas ustadz felix's status
1. "emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?" | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
3. "kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?" | nggak ngapa-ngapain aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usa
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
3. "kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?" | nggak ngapa-ngapain aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usa
hlah
4. "tapi kan kita punya
perasaan" | so? punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasi kamu perasaan
5. "kalo pacarannya bikin positif?" | positif hamil maksudnya?
6. "hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto" | shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?
7. "nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma'ruf.." | halah, dusta, mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah :)
8. "kalo orangtua udah restui?" | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat
9. "katanya ridha Allah bersama ridha ortu?" | wkwk.. ngawur, dalam taat pada Allah iya, dalam maksiat? masak ortu lebih tau dari Allah?
10. "jadi nggak boleh nih? kl dikit aja gimana?" | eee.. nawar, emang ini toko besi kulakan?
11. "terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?" | nikah, itu solusi dan baru namanya serius
12. "yaa.. saya kan masih belum cukup umur" | sudah tau belum niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?
13. "pacaran kan enak, nikmat" | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti
14. "pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya" | itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak unt sengsara
15. "pacar sy bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar" | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget
16. "pacar sy bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit" | alasan klise, itulah yg cowok katakan untuk tunjukkin betapa nggak komit dia
17. "pacar sy bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu" | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah
18. "pacar sy bilang dia siap, tapi nunggu lulus" | alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan, nggak siap tu namanya
19. "pacar sy siap ketemu ortu sy sekarang juga, tapi sy yg belum siap" | cape deeh (=_=);
20. "ya udah, kakak-adik aja ya?" | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan
21. "terus yang serius itu yang gimana?" | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera
22. "iya, sy udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya" | tuh, tau kan mental lelaki pacaran, suruh nguras laut aja lelaki begitu
23. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | bukan justru mengobral diri
24. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik
25. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan
26. kl siap walau nikahnya harus besok, barulah ta'aruf | karena ta'aruf bukan mainan bagi yg belum siap
27. jadi serius bagi yg sudah siap adl dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap adl mendekat dan taat pada Allah | kelir?!
4. "tapi kan kita punya
perasaan" | so? punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasi kamu perasaan
5. "kalo pacarannya bikin positif?" | positif hamil maksudnya?
6. "hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto" | shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?
7. "nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma'ruf.." | halah, dusta, mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah :)
8. "kalo orangtua udah restui?" | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat
9. "katanya ridha Allah bersama ridha ortu?" | wkwk.. ngawur, dalam taat pada Allah iya, dalam maksiat? masak ortu lebih tau dari Allah?
10. "jadi nggak boleh nih? kl dikit aja gimana?" | eee.. nawar, emang ini toko besi kulakan?
11. "terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?" | nikah, itu solusi dan baru namanya serius
12. "yaa.. saya kan masih belum cukup umur" | sudah tau belum niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?
13. "pacaran kan enak, nikmat" | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti
14. "pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya" | itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak unt sengsara
15. "pacar sy bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar" | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget
16. "pacar sy bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit" | alasan klise, itulah yg cowok katakan untuk tunjukkin betapa nggak komit dia
17. "pacar sy bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu" | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah
18. "pacar sy bilang dia siap, tapi nunggu lulus" | alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan, nggak siap tu namanya
19. "pacar sy siap ketemu ortu sy sekarang juga, tapi sy yg belum siap" | cape deeh (=_=);
20. "ya udah, kakak-adik aja ya?" | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan
21. "terus yang serius itu yang gimana?" | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera
22. "iya, sy udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya" | tuh, tau kan mental lelaki pacaran, suruh nguras laut aja lelaki begitu
23. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | bukan justru mengobral diri
24. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik
25. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan
26. kl siap walau nikahnya harus besok, barulah ta'aruf | karena ta'aruf bukan mainan bagi yg belum siap
27. jadi serius bagi yg sudah siap adl dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap adl mendekat dan taat pada Allah | kelir?!
Kamis, 16 Agustus 2012
Siapa Orang yang paling dekat dan jauh dengan Nabi di hari kiamat?? :))
Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pa
"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pa
da hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun.”
.
Sahabat berkata:
“Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?”
.
Beliau menjawab,
“Orang yang sombong.”
.
(HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi)
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa orang yang paling dekat dengan beliau adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya. Maka apabila akhlak Anda semakin mulia niscaya kedudukan anda di hari kiamat kelak akan semakin dekat dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan selain Anda.
*
Sedangkan orang yang terjauh posisinya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun (Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 396-397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna tsartsarun adalah orang yang banyak bicara dan suka menyerobot pembicaraan orang lain.
Apabila dia duduk ngobrol dalam suatu majelis dia sering menyerobot pembicaraan orang lain, sehingga seolah-olah tidak boleh ada yang bicara dalam majelis itu selain dia. Dia berbicara tanpa membiarkan orang lain leluasa berkata-kata. Perbuatan seperti ini tidak diragukan lagi termasuk kesombongan. Yang dimaksud majelis dalam konteks ini adalah pembicaraan-pembicaraan sehari-hari bukan majelis ilmu atau pengajian, sebab jika suatu saat Anda mendapat kesempatan untuk memberikan nasihat atau mengisi kajian di depan mereka lalu Anda sendirian yang lebih banyak berbicara maka hal ini tidaklah mengapa (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
*
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna mutasyaddiqun adalah orang yang suka berbicara dengan gaya bicara yang meremehkan orang lain seolah-olah dia adalah orang paling fasih, itu dilakukannya karena kesombongan dan bangga diri yang berlebihan.
Seperti contohnya berbicara dengan menggunakan bahasa Arab di hadapan orang-orang awam, sebab kebanyakan orang awam tidak paham bahasa Arab.
Seandainya Anda mengajak bicara mereka dengan bahasa Arab maka tentulah hal itu terhitung sikap berlebihan dan memaksa-maksakan dalam pembicaraan.
Adapun jika Anda sedang mengajar di hadapan para penuntut ilmu maka biasakanlah berbicara dengan bahasa Arab dalam rangka mendidik dan melatih mereka agar sanggup berbicara dengan bahasa Arab.
Adapun terhadap orang awam maka tidak selayaknya Anda berbicara dengan mereka dengan bahasa Arab, tetapi bicaralah dengan mereka dengan bahasa yang mereka pahami dan jangan banyak memakai istilah-istilah asing,
.
artinya janganlah Anda menggunakan kata-kata asing yang sulit mereka mengerti, karena hal itu termasuk berlebihan dan angkuh dalam pembicaraan (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan makna mutafaihiqun:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya yaitu orang-orang yang sombong. Orang sombong ini bersikap angkuh di hadapan orang-orang. Jika berdiri untuk berjalan seolah-olah dia berjalan di atas helaian daun (dengan langkah kaki yang dibuat-buat –pent) karena adanya kesombongan di dalam dirinya. Perilaku ini tak diragukan lagi termasuk akhlak yang sangat tercela, wajib bagi setiap orang untuk menghindarinya. Karena yang namanya orang tetap saja manusia biasa, maka hendaklah dia mengerti ukuran dirinya sendiri. Meskipun dia telah dikaruniai sekian banyak harta, kedalaman ilmu atau kedudukan yang tinggi oleh Allah, seyogyanya dia merendahkan diri (tawadhu’).
Sikap tawadhu’ orang-orang yang telah mendapat anugerah harta, ilmu, atau kedudukan tentu lebih utama nilainya daripada tawadhu’nya orang-orang yang tidak seperti mereka.
*
Oleh sebab itu terdapat dalam sebuah hadits yang memberitakan orang-orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan tidak disucikan-Nya pada hari kiamat, diantara mereka adalah:
“Orang miskin yang sombong”
Sebab orang miskin tidak mempunyai faktor pendorong (modal) untuk sombong….
Sudah semestinya orang-orang yang diberi anugerah nikmat oleh Allah semakin meningkatkan syukurnya kepada Allah serta semakin tambah tawadhu’ kepada sesama,
**
semoga Allah memberikan taufiq kepada saya dan seluruh umat Islam untuk memiliki akhlak yang mulia dan amal yang baik, dan semoga Allah menjauhkan kita dari akhlak-akhlak yang buruk dan amal-amal yang jelek, sesungguhnya Dia Maha dermawan lagi Maha mulia (lihat Syarah Riyadhush Shalihin, hal. 397-398)
*
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel muslim.or.id
.
Sahabat berkata:
“Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?”
.
Beliau menjawab,
“Orang yang sombong.”
.
(HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi)
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa orang yang paling dekat dengan beliau adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya. Maka apabila akhlak Anda semakin mulia niscaya kedudukan anda di hari kiamat kelak akan semakin dekat dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan selain Anda.
*
Sedangkan orang yang terjauh posisinya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun (Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 396-397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna tsartsarun adalah orang yang banyak bicara dan suka menyerobot pembicaraan orang lain.
Apabila dia duduk ngobrol dalam suatu majelis dia sering menyerobot pembicaraan orang lain, sehingga seolah-olah tidak boleh ada yang bicara dalam majelis itu selain dia. Dia berbicara tanpa membiarkan orang lain leluasa berkata-kata. Perbuatan seperti ini tidak diragukan lagi termasuk kesombongan. Yang dimaksud majelis dalam konteks ini adalah pembicaraan-pembicaraan sehari-hari bukan majelis ilmu atau pengajian, sebab jika suatu saat Anda mendapat kesempatan untuk memberikan nasihat atau mengisi kajian di depan mereka lalu Anda sendirian yang lebih banyak berbicara maka hal ini tidaklah mengapa (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
*
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna mutasyaddiqun adalah orang yang suka berbicara dengan gaya bicara yang meremehkan orang lain seolah-olah dia adalah orang paling fasih, itu dilakukannya karena kesombongan dan bangga diri yang berlebihan.
Seperti contohnya berbicara dengan menggunakan bahasa Arab di hadapan orang-orang awam, sebab kebanyakan orang awam tidak paham bahasa Arab.
Seandainya Anda mengajak bicara mereka dengan bahasa Arab maka tentulah hal itu terhitung sikap berlebihan dan memaksa-maksakan dalam pembicaraan.
Adapun jika Anda sedang mengajar di hadapan para penuntut ilmu maka biasakanlah berbicara dengan bahasa Arab dalam rangka mendidik dan melatih mereka agar sanggup berbicara dengan bahasa Arab.
Adapun terhadap orang awam maka tidak selayaknya Anda berbicara dengan mereka dengan bahasa Arab, tetapi bicaralah dengan mereka dengan bahasa yang mereka pahami dan jangan banyak memakai istilah-istilah asing,
.
artinya janganlah Anda menggunakan kata-kata asing yang sulit mereka mengerti, karena hal itu termasuk berlebihan dan angkuh dalam pembicaraan (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan makna mutafaihiqun:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya yaitu orang-orang yang sombong. Orang sombong ini bersikap angkuh di hadapan orang-orang. Jika berdiri untuk berjalan seolah-olah dia berjalan di atas helaian daun (dengan langkah kaki yang dibuat-buat –pent) karena adanya kesombongan di dalam dirinya. Perilaku ini tak diragukan lagi termasuk akhlak yang sangat tercela, wajib bagi setiap orang untuk menghindarinya. Karena yang namanya orang tetap saja manusia biasa, maka hendaklah dia mengerti ukuran dirinya sendiri. Meskipun dia telah dikaruniai sekian banyak harta, kedalaman ilmu atau kedudukan yang tinggi oleh Allah, seyogyanya dia merendahkan diri (tawadhu’).
Sikap tawadhu’ orang-orang yang telah mendapat anugerah harta, ilmu, atau kedudukan tentu lebih utama nilainya daripada tawadhu’nya orang-orang yang tidak seperti mereka.
*
Oleh sebab itu terdapat dalam sebuah hadits yang memberitakan orang-orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan tidak disucikan-Nya pada hari kiamat, diantara mereka adalah:
“Orang miskin yang sombong”
Sebab orang miskin tidak mempunyai faktor pendorong (modal) untuk sombong….
Sudah semestinya orang-orang yang diberi anugerah nikmat oleh Allah semakin meningkatkan syukurnya kepada Allah serta semakin tambah tawadhu’ kepada sesama,
**
semoga Allah memberikan taufiq kepada saya dan seluruh umat Islam untuk memiliki akhlak yang mulia dan amal yang baik, dan semoga Allah menjauhkan kita dari akhlak-akhlak yang buruk dan amal-amal yang jelek, sesungguhnya Dia Maha dermawan lagi Maha mulia (lihat Syarah Riyadhush Shalihin, hal. 397-398)
*
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel muslim.or.id
Siapa Orang yang paling dekat dan jauh dengan Nabi di hari kiamat?? :))
Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pa
"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pa
da hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun.”
.
Sahabat berkata:
“Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?”
.
Beliau menjawab,
“Orang yang sombong.”
.
(HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi)
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa orang yang paling dekat dengan beliau adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya. Maka apabila akhlak Anda semakin mulia niscaya kedudukan anda di hari kiamat kelak akan semakin dekat dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan selain Anda.
*
Sedangkan orang yang terjauh posisinya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun (Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 396-397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna tsartsarun adalah orang yang banyak bicara dan suka menyerobot pembicaraan orang lain.
Apabila dia duduk ngobrol dalam suatu majelis dia sering menyerobot pembicaraan orang lain, sehingga seolah-olah tidak boleh ada yang bicara dalam majelis itu selain dia. Dia berbicara tanpa membiarkan orang lain leluasa berkata-kata. Perbuatan seperti ini tidak diragukan lagi termasuk kesombongan. Yang dimaksud majelis dalam konteks ini adalah pembicaraan-pembicaraan sehari-hari bukan majelis ilmu atau pengajian, sebab jika suatu saat Anda mendapat kesempatan untuk memberikan nasihat atau mengisi kajian di depan mereka lalu Anda sendirian yang lebih banyak berbicara maka hal ini tidaklah mengapa (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
*
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna mutasyaddiqun adalah orang yang suka berbicara dengan gaya bicara yang meremehkan orang lain seolah-olah dia adalah orang paling fasih, itu dilakukannya karena kesombongan dan bangga diri yang berlebihan.
Seperti contohnya berbicara dengan menggunakan bahasa Arab di hadapan orang-orang awam, sebab kebanyakan orang awam tidak paham bahasa Arab.
Seandainya Anda mengajak bicara mereka dengan bahasa Arab maka tentulah hal itu terhitung sikap berlebihan dan memaksa-maksakan dalam pembicaraan.
Adapun jika Anda sedang mengajar di hadapan para penuntut ilmu maka biasakanlah berbicara dengan bahasa Arab dalam rangka mendidik dan melatih mereka agar sanggup berbicara dengan bahasa Arab.
Adapun terhadap orang awam maka tidak selayaknya Anda berbicara dengan mereka dengan bahasa Arab, tetapi bicaralah dengan mereka dengan bahasa yang mereka pahami dan jangan banyak memakai istilah-istilah asing,
.
artinya janganlah Anda menggunakan kata-kata asing yang sulit mereka mengerti, karena hal itu termasuk berlebihan dan angkuh dalam pembicaraan (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan makna mutafaihiqun:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya yaitu orang-orang yang sombong. Orang sombong ini bersikap angkuh di hadapan orang-orang. Jika berdiri untuk berjalan seolah-olah dia berjalan di atas helaian daun (dengan langkah kaki yang dibuat-buat –pent) karena adanya kesombongan di dalam dirinya. Perilaku ini tak diragukan lagi termasuk akhlak yang sangat tercela, wajib bagi setiap orang untuk menghindarinya. Karena yang namanya orang tetap saja manusia biasa, maka hendaklah dia mengerti ukuran dirinya sendiri. Meskipun dia telah dikaruniai sekian banyak harta, kedalaman ilmu atau kedudukan yang tinggi oleh Allah, seyogyanya dia merendahkan diri (tawadhu’).
Sikap tawadhu’ orang-orang yang telah mendapat anugerah harta, ilmu, atau kedudukan tentu lebih utama nilainya daripada tawadhu’nya orang-orang yang tidak seperti mereka.
*
Oleh sebab itu terdapat dalam sebuah hadits yang memberitakan orang-orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan tidak disucikan-Nya pada hari kiamat, diantara mereka adalah:
“Orang miskin yang sombong”
Sebab orang miskin tidak mempunyai faktor pendorong (modal) untuk sombong….
Sudah semestinya orang-orang yang diberi anugerah nikmat oleh Allah semakin meningkatkan syukurnya kepada Allah serta semakin tambah tawadhu’ kepada sesama,
**
semoga Allah memberikan taufiq kepada saya dan seluruh umat Islam untuk memiliki akhlak yang mulia dan amal yang baik, dan semoga Allah menjauhkan kita dari akhlak-akhlak yang buruk dan amal-amal yang jelek, sesungguhnya Dia Maha dermawan lagi Maha mulia (lihat Syarah Riyadhush Shalihin, hal. 397-398)
*
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel muslim.or.id
.
Sahabat berkata:
“Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?”
.
Beliau menjawab,
“Orang yang sombong.”
.
(HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi)
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa orang yang paling dekat dengan beliau adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya. Maka apabila akhlak Anda semakin mulia niscaya kedudukan anda di hari kiamat kelak akan semakin dekat dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan selain Anda.
*
Sedangkan orang yang terjauh posisinya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun (Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 396-397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna tsartsarun adalah orang yang banyak bicara dan suka menyerobot pembicaraan orang lain.
Apabila dia duduk ngobrol dalam suatu majelis dia sering menyerobot pembicaraan orang lain, sehingga seolah-olah tidak boleh ada yang bicara dalam majelis itu selain dia. Dia berbicara tanpa membiarkan orang lain leluasa berkata-kata. Perbuatan seperti ini tidak diragukan lagi termasuk kesombongan. Yang dimaksud majelis dalam konteks ini adalah pembicaraan-pembicaraan sehari-hari bukan majelis ilmu atau pengajian, sebab jika suatu saat Anda mendapat kesempatan untuk memberikan nasihat atau mengisi kajian di depan mereka lalu Anda sendirian yang lebih banyak berbicara maka hal ini tidaklah mengapa (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
*
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna mutasyaddiqun adalah orang yang suka berbicara dengan gaya bicara yang meremehkan orang lain seolah-olah dia adalah orang paling fasih, itu dilakukannya karena kesombongan dan bangga diri yang berlebihan.
Seperti contohnya berbicara dengan menggunakan bahasa Arab di hadapan orang-orang awam, sebab kebanyakan orang awam tidak paham bahasa Arab.
Seandainya Anda mengajak bicara mereka dengan bahasa Arab maka tentulah hal itu terhitung sikap berlebihan dan memaksa-maksakan dalam pembicaraan.
Adapun jika Anda sedang mengajar di hadapan para penuntut ilmu maka biasakanlah berbicara dengan bahasa Arab dalam rangka mendidik dan melatih mereka agar sanggup berbicara dengan bahasa Arab.
Adapun terhadap orang awam maka tidak selayaknya Anda berbicara dengan mereka dengan bahasa Arab, tetapi bicaralah dengan mereka dengan bahasa yang mereka pahami dan jangan banyak memakai istilah-istilah asing,
.
artinya janganlah Anda menggunakan kata-kata asing yang sulit mereka mengerti, karena hal itu termasuk berlebihan dan angkuh dalam pembicaraan (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan makna mutafaihiqun:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya yaitu orang-orang yang sombong. Orang sombong ini bersikap angkuh di hadapan orang-orang. Jika berdiri untuk berjalan seolah-olah dia berjalan di atas helaian daun (dengan langkah kaki yang dibuat-buat –pent) karena adanya kesombongan di dalam dirinya. Perilaku ini tak diragukan lagi termasuk akhlak yang sangat tercela, wajib bagi setiap orang untuk menghindarinya. Karena yang namanya orang tetap saja manusia biasa, maka hendaklah dia mengerti ukuran dirinya sendiri. Meskipun dia telah dikaruniai sekian banyak harta, kedalaman ilmu atau kedudukan yang tinggi oleh Allah, seyogyanya dia merendahkan diri (tawadhu’).
Sikap tawadhu’ orang-orang yang telah mendapat anugerah harta, ilmu, atau kedudukan tentu lebih utama nilainya daripada tawadhu’nya orang-orang yang tidak seperti mereka.
*
Oleh sebab itu terdapat dalam sebuah hadits yang memberitakan orang-orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan tidak disucikan-Nya pada hari kiamat, diantara mereka adalah:
“Orang miskin yang sombong”
Sebab orang miskin tidak mempunyai faktor pendorong (modal) untuk sombong….
Sudah semestinya orang-orang yang diberi anugerah nikmat oleh Allah semakin meningkatkan syukurnya kepada Allah serta semakin tambah tawadhu’ kepada sesama,
**
semoga Allah memberikan taufiq kepada saya dan seluruh umat Islam untuk memiliki akhlak yang mulia dan amal yang baik, dan semoga Allah menjauhkan kita dari akhlak-akhlak yang buruk dan amal-amal yang jelek, sesungguhnya Dia Maha dermawan lagi Maha mulia (lihat Syarah Riyadhush Shalihin, hal. 397-398)
*
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel muslim.or.id
Langganan:
Postingan (Atom)